Kecelakaan

Lagi, Selfie Berujung Maut, Siswa SMP Tewas Terjatuh dari Lantai 5 Gedung Imigrasi

By

on

Liniwaktu.com – Seorang siswa SMP bernama Agus Firmansyah (12) tewas akibat jatuh dari lantai 5 sebuah gedung kosong di Koja, Jakarta Utara.

Insiden itu terjadi di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, Koja, Jakut, pada Rabu (4/5) pukul 21.00 WIB. Kantor imigrasi tersebut kosong karena pembangunannya sudah lama terhenti.

“Jadi ada 8 anak-anak termasuk korban datang bermain di gedung kosong yang mangkrak pembangunannya itu. Sampai di sana si Agus ini selfie-selfie sendiri di lantai V. Dia (Agus) terpeleset lalu jatuh. Teman-temannya itu tau kala mendengar ‘Bruk‘ di bawah. Ternyata Agus sudah tiada karena jatuh,” kata Kapolsek Koja, Kompol Supriatno saat dimintai konfirmasi oleh Tribunnews, Kamis (5/5/2016).

Agus kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk di visum.

“Malam sempat divisum di RSCM. Kali ini, korban sudah dibawa ke rumah dukanya untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.” kata Supriatno.

“Teman-temannya mau kami periksa,” ujar Kompol Supriatno.

Rumah duka siswa SMP tewas karena selfie (Foto: Ahmad Ziaul/detikcom)

Rumah duka Agus di Jalan Cipeucang IV RT 12/12 nomor 15, Koja, Jakarta Utara. (Foto: Ahmad Ziaul/detikcom)

Tewasnya Agus menambah daftar kematian yang disebabkan oleh aksi foto-diri (selfie/swafoto).

Dalam catatan, selama 2016 ini sudah ada 8 kejadian yang menimbulkan korban jiwa akibat selfie, termasuk peristiwa yang menimpa Agus Firmansyah ini.

Di antara beberapa kejadian, ada yang tewas sesaat usai selfie di pantai, di sungai, bendungan, sampai tersambar kereta.

Selfie berujung maut di Pantai Bajul Mati, Malang, Jawa Timur.

Kejadiannya pada 1 Januari 2016. Sekelompok anak muda hanyut gara-gara ber-selfie di pantai itu karena terseret ombak. Satu di antara mereka ditemukan tewas.

Korban tewas itu bernama Slamet (35), warga Malang. Mayatnya ditemukan sejam kemudian setelah hilang tertelan ombak. Korban yang selamat adalah Soni Angga Kusuma (25), Toni (23), Arifin (22) dan Ade (19).

Dijelaskan, kelima korban tergulung ombak ketika foto selfie dengan gambar latar belakang keindahan Pantai Bajul Mati. Naas, ketika itu ombak besar datang hingga menyapu kelima korban.

“Mau foto-foto terus digulung ombak besar,” ungkap Koordinator Satuan Siaga Bencana (SATGANA) PMI Kabupaten Malang Muji Utomo.

Dua gadis terseret arus air saat selfie di bendungan

Kejadian nahas itu berlangsung saat tiga gadis tersebut berselfie di bendungan dekat objek wisata Citumang, Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (29/2/2016) lampau. Arus air tiba-tiba saja membeludak sehingga menyeret tubuh mereka.

Dua gadis terseret arus, sementara yang satunya selamat. Mereka adalah Desi Rahayu (22) dan Santi Susanti (20). Korban selamat yakni Mubarokah (19).

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menjelaskan, kejadian bermula saat ketiga perempuan tersebut berada di bawah bendungan. “Mereka berselfie. Tiba-tiba air besar datang dan menghantam ketiga korban hingga terbawa arus dan terseret sejauh sepuluh meter,” kata Pudjo.

Soffiyah bisa selamat lantaran berhasil memegang ranting kayu. Namun tubuh Santi dan Desi terus tergulung arus bendungan.

“Soffiyah masih mendengar dua temannya itu meminta tolong. Lalu Soffiyah meminta bantuan kepada warga setempat,” kata Pudjo.

Petugas gabungan dari personel Tim SAR, Polisi, TNI serta pemerintah desa terus berupaya mencari Santi dan Desi. Polisi sudah mengabari kedua orang tua korban. “Sebanyak 30 warga setempat ikut membantu pencarian korban. Langkah yang dilakukan ialah memasang jaring untuk antisipasi korban terbawa arus,” kata Pudjo.

Selfie maut di bawah jembatan, enam remaja hanyut

Ceritanya, enam remaja SMP sedang asyik berselfie di bawah rintik gerimis siang hari. Selfie dilakukan di bawah jembatan Tinjomoyo, aliran ke Sungai Kanal Banjir Barat, Semarang, Jawa Tengah.

Namun aktivitas selfie Kamis (3/3/2016) lampau itu dengan cepat berubah mengerikan. Mendadak, debit air meningkat dan arus deras menyeret mereka.

Tiga di antara enam orang itu selamat karena tersaangkut di bebatuan dan diselamatkan warga. Mereka adalah Mirza Rohul, Nur Wakidah Putri, dan Mayaleta. Namun tiga orang lainnya ditemukan tewas pada keesokan harinya, Jumat (4/3).

Korban atas nama Johan Bagas ditemukan meninggal 6 mil dari lokasi awal. Korban Yuliana Robiah Ningsih ditemukan tersangkut sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Berikutnya adalah korban Istiada alias Iis ditemukan di wilayah Tugu Soeharto.

Terbenam air terjun saat selfie

Agung Reynaldi (16) tewas tenggelam saat berselfie di lokasi wisata Curug Ngumpet yang berada di kawasan wisata Gunung Salak Endah (GSE), Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Selfie maut di Curug Ngumpet Bogor itu terjadi pada Selasa (5/4/2016). Mayat Agung ditemukan pada Rabu (6/4) pagi hari.

Agus adalah pelajar kelas 1 SMA asal Kelurahan Kapuk RT 08/08 , Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Peristiwa tenggelamnya Agung, terjadi pada saat ia dan 8 temannya tengah berkunjung dan berenang di kubangan air terjun Curug Ngumpet. Agung dan teman-temannya sempat berfoto-foto bersama.

Korban minta difoto sendiri di bawah air terjun. Dia berjalan mundur ke arah jatuhnya air terjun. Namun malah, badang Agung tertarik air dan tenggelam ke bawah air terjun.

Seorang rekan Agung bernama Muhammad Rifky Hidayat, yang berusaha menolong, juga sempat tertarik arus ke bawah jatuhnya air terjun. “Tapi kemudian (teman korban) berhasil diselamatkan teman-temannya yang lain. Tapi Agung sendiri tidak bisa diselamatkan. Dia tersedot arus dan tenggelam,” kata Kapolsek Cibungbulang, Kompol Roni Mardiatun.

Terjatuh ke Setu Cipayung saat foto ramai-ramai

20 Siswa SMK di Jakarta merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) di Setu Cipayung Jakarta Timur. Namun nahas, salah seorang dari mereka malah jatuh ke waduk itu dan akhirnya tewas.

Kejadian itu berlangsung pada Kamis (7/4/2016). Sebelum berselfie, mereka melakukan konvoi sepeda motor dari sekolah masing-masing, yaki dari SMK Trisastra 1 dan Trisastra 2.

Korban yang terjatuh ke bendungan itu bernama Muhammad Arpindo (18). Teman-teman Arpindo kemudian berusaha mencarinya ke dalam waduk. Namun ia tak juga ditemukan. Mereka lantas meminta tolong warga sekitar dan petugas kebersihan kelurahan.

Akhirnya Arpindo ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Orang tuanya lantas membawa Arpindo ke rumah mereka, kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Disambar kereta saat selfie di dekat rel

Kejadian ini menimpa pemuda asal Boyolali, Jawa Tengah. Tubuh Heru disambar kereta jurusan Jakarta-Surabaya saat selfie di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Sogo, Kecamatan Babat.

Ceritanya, Heru dan temannya, Rulis, sedang berolahraga di tepi rel kereta api ganda yang melintas di desa tersebut. Dia diminta korban untuk mengambil foto selfie di dekat rel KA dengan kamera handphone. Saat itu Rulis sudah mengingatkan korban untuk tidak dekat-dekat rel KA. Namun, peringatan Rulis seakan tak didengar korban hingga akhirnya korban pun tersambar KA.

Tubuh Heru disambar kereta saat selfie (Foto: Eko Sudjarwo)

Tubuh Heru disambar kereta saat selfie (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)

“Saya sudah ingatkan dia. Awas jangan dekat dekat rel, ada kereta,” kata Rulis di lokasi, Sabtu (30/4/2016) lampau.

Usai mengingatkan korban, tiba-tiba dari arah barat melaju KA cepat jurusan Jakarta Surabaya sehingga korban tersambar kereta dan tubuhnya terlempar mengenai Rulis. Saat itu, jelas Rulis, dirinya sudah berteriak meminta tolong warga tapi tidak ada yang mendengar sehingga Rulis mengangkat sendiri tubuh korban ke pinggir jalan.

“Saya teriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar, akhirnya saya angkat sendiri jasadnya,” terang Rulis dengan wajah sedih kehilangan temannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *